Ketika kami berkesempatan melakukan survey ke tempat tersebut, pada beberapa tempat kami menemukan banyaknya beterbaran pecahan-pecahan tembikar dan pecahan-pecahan keramik. Selain itu, menurut ceritera, beberapa penduduk sering menemukan batangan kayu ulin yang sudah tua yang terbenam di persawahan.
Berdasarkan pengamatan kami terhadap situasi lingkungan, persawahan yang sekarang merupakan rawa yang memiliki persambungan dengan rawa yang luas di mana mengalir sungai Nagara yang merupakan salah satu anak sungai Barito. Sebagaimana diketahui sungai Barito dan salah satu anak sungainya, yakni sungai Nagara mempunyai peranan besar dalam perjalanan sejarah urang Banjar.
Dari apa yang kami temukan dan kami amati menggelitik rasa keingintahuan lebih jauh tentang keberadaan Pantai Ulin pada masa lampau. Untuk itu kami berencana melakukan penggalian percobaan pada beberapa titik tertentu di tempat tersebut dan berharap kami bisa menemukan beberapa peninggalan berharga yang mempunyai nilai sejarah dimana selanjutnya dapat membuka tabir keberadaan Pantai Ulin pada masa lampau. Apalagi penyebutan kata "pantai" terhadap desa tersebut, sepertinya berhubungan dengan posisi geografis desa dimaksud pada masa lampau.
3 Komentar
melihat sebaran temuan, menurut saya tempat ini dulunya merupakan pemukiman padat penduduk dan disertai adanya aktifitas perdagangan karena dilihat dari temuan pragmen keramik tersebut jelas bahwa pragmen tsb bukan asli buatan P. ulin namun di "Import" dengan berbagai cara
hal ini karena tidak ada lapisan tanah yang dapat digunakan untuk memproduce keramik
selain itu toponim "Pantai" menunjukkan bahwa daerah ini dikenal orang sebagai daratan rendah yang berada di tepian sungai besar...dharma